Taman Nasional Komodo - Nusa Tenggara Timur

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau itu menjadi tempat hidup hewan komodo. Tak heran jika banyak Para wisatawan, baik lokal dan mancanegara, sering berkunjung ke Pulau Komodo. Terlebih bagi wisatawan yang memang gemar bertualang di tempat terbuka. Keindahan alam Pulau Komodo tercermin dari kondisi hutan yang asri. Termasuk juga hutan bakaunya. Hutan bakau menjadi salah satu keistimewaan Pulau Komodo. Sebab hutan itu tetap terlihat hijau meski musim kemarau tiba. Keindahan panorama alam Pulau Komodo, juga terlihat di daerah pesisir pantai dan lautnya. Kondisi air laut di perairan Pulau Komodo, jernih. Keindahan biota di laut juga tak kalah memukaunya dengan panorama darat.

Pemandangan alam di Pulau Komodo sangat indah. Tak heran bila pulau ini sering dikunjungi wisatawan. Taman Nasinal Komodo yang terkenal dengan habitat Binatang Komodo-nya, ternyata mempunyai keindahan dan pesona lainnya. Taman nasional Komodo yang terdiri dari tiga pulau besar yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil, yang fungsinya untuk melindungi komodo dan habitatnya, juga terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan Asia dan hewan Australia.

Di Taman Nasional Komodo tersebut terdapat 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Taman Nasional Komodo dan sekitarnya adalah rumah bagi salah satu lingkungan laut terkaya dan paling beragam di dunia. Lebih dari 50 tempat menyelam yang unik telah disurvei dan dipetakan bagi pengunjung taman. Ini juga rumah bagi lebih dari 1.000 spesies ikan dan 250 jenis karang pembentuk terumbu. Taman Nasional Komodo memiliki dua lingkungan laut yang berbeda, satu di utara dan yang lainnya di selatan taman. Tidak salah bila wilayah ini dikukuhkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO.
Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Pulau Komodo - NTT

Keindahan Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

Taman Laut Bunaken - Sulawesi Utara

Bunaken adalah sebuah pulau dengan luas 8,08 km² di Teluk Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen.

Pecinta diving, pasti terpuaskan di Bunaken yang sedikitnya memiliki 40 lokasi penyelaman yang menyajikan berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang. Salah satunya jenis karang hidup, berupa terumbu karang tepi dan penghalang. Paling menarik perhatian adalah terumbu tebung karang vertikal yang membentang sepanjang 50 meter. Jenis ikan besar seperti marlin, tuna, pari, layar, cakalang, barakuda, hiu kepala palu kadang menyinggahi perairan ini. Maklum, kerusakan Taman Nasional Bunaken relative lebih rendah dibanding taman laut lain yang tersebar di Indonesia. Ini yang membuat Bunaken lebih unik dibanding tempat wisata lain.Pesona Natural Alam Bawah Laut Bunaken telah banyak diminati wisatawan manca negara untuk kembali datang dan menikmati keindahannya, yang patut disayangkan adalah kurangnya promosi dan sosialisasi tentang keberadaannya sehingga belum banyak menghasilkan dan berkontribusi menghasilkan cadangan devisa bagi negara kita.

Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir. Konon kawasan terumbu karang dan alam bawah lautnya yang terindah di dunia.

Sedikitnya, Taman Nasional Bunaken memiliki 40 tempat penyelaman yang kaya akan ikan-ikan tropis dan terumbu karang. Seperti ditulis wisatamelayu.com, pengunjung dapat menyelam dan menyaksikan keindahan lebih dari 150 spesies dari 58 genus ikan-ikan serta terumbu karang di kawasan tersebut.
Kawasan yang diresmikan sebagai taman laut nasional sejak 1991 itu juga menawarkan keindahan lain yaitu adanya underwater great walls atau dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dalam rantai makanan, dinding karang tersebut berfungsi sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Bunaken memiliki keragaman kehidupan bawah laut yang sangat beragam, karena daerah taman laut Bunaken terletak di segitiga terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, phillipine, Papua Nugini, Timur Leste, dan Kepulauan Solomon. Disini Anda bisa melihat 70% dari jenis ikan di dunia di dalam taman laut Bunaken, dan angka ini tidak termasuk ikan-ikan laut dalam.

Taman Laut Bunaken terletak berada sekitar 1,5 km dari Kota Manado. Untuk menuju Bunaken, anda bisa melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre di Kecamatan Molas, dan dari Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado, anda bisa menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ke Pulau Bunaken 30 menit, ke Pulau Montehage 50 menit, dan Pulau Nain 60 menit.

Sedangkan dari Marina Blue Banter, anda bisa menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dengan waktu tempuh 10-15 menit, sedangkan dari Pelabuhan Nusantara Diving Centre menuju lokasi penyelaman di Pulau Bunaken bisa menggunakan speed boat dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit. Setiap pengunjung yang memasuki kawasan Taman Laut Bunaken dikenai biaya tiket sebesar Rp. 50 ribu. Tarif tersebut berlaku baik bagi pengunjung yang ingin menyelam maupun yang tidak ingin menyelam. Selain tiket reguler, ada pula tiket yang berlaku untuk satu tahun dengan harga Rp150 ribu. Pengunjung yang membeli tiket tahunan itu akan diberi semacam lencana khusus yang terbuat dari plastik sebagai tanda masuk Taman Nasional Bunaken.